Dear, Maddy.. (part. 1)
Kedua gadis kecil itu menghentikan ritualnya, mereka tidur terlentang menantang langit sambil memejamkan mata, sesekali mereka cekikikan. Entah apa yang ditertawakannya. Ya, hanya jiwa mereka yang tahu, jiwa yang sudah menjadi satu karena kebiasaan mereka setiap sore ini. Meniup gelembung sabun sambil membuat permintaan. Kedua gadis kecil itu percaya, gelembung-gelembung itu akan dibawa udara jauh tinggi kepada alamat pesan di dalamnya sehingga permintaan mereka akhirnya terwujud.
Baca selengkapnya »Label: cerbung
@ 09:27 I wrote this post l
0Comments
“Aku sekarang sudah punya pacar,” kata si bungsu malu-malu
“Oh ya?! Memang ada yang mau?”
“Ah, kakak! Jangan gitu dong, aku laku lagi. Aku kan sudah dinobatkan sebagai kembang desa di sini. Hihi…”
“Siapa pacarmu itu, gil?” kakak bertanya lagi, nada suaranya terdengar malas sekali. Rasanya aku maupun kakak dapat menebak siapa pacar si bungsu kesayangan kami itu. Paling pemuda desa yang satu sekolah dengannya. Pemuda yang punya tampang ‘lumayan’, pandai merayu tapi otaknya dangkal. Atau sebaliknya, si bungsu terpesona karena pemuda itu punya ‘otak’ sehingga rupanya yang biasa saja dan ketidak mampuannya merangkai kata pun ia abaikan.
Baca selengkapnya »
@ 09:36 I wrote this post l
0Comments
“Teteh! Kakak!” gadis remaja itu berlari gembira menyambut kami, kedua saudarinya yang baru datang dari kota,
“Apa kabar? Aku kangen sekali sama kalian,” lanjutnya sambil mengelap pipinya yang basah. Kedua tangannya yang kecil rakus merangkul erat tubuh kami, seakan-akan kami hanya sedetik mengunjunginya dan kembali pulang ke kota didetik selanjutnya.
Baca selengkapnya »Label: cerpen
@ 21:01 I wrote this post l
0Comments